Rabu, 21 Desember 2016

Sehatkah Mentalku?



Apa itu sehat mental? sehat mental adalah kondisi yang terbebas dari segala belenggu gangguan mental dan mampu menyesuaikan diri menghadapi masalah-masalah yang akan ditemui. Apakah kaian sudah merasa bebas dari segala belenggu gangguan?saya yakin, setelah membaca artikel ini, kalian akan menemukan kebebasan itu. Sedangkan menurut undang-undang kesehatan mental, sehat jiwa atau sehat mental adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Negara aja udah peduli dengan kesehatan mental, kita? Why not.
Nah, di psikologi kami mengenal istilah personal adjustment yang merupakan sebuah proses psikologis yang dijalani seseorang dan mengakibatkan orang tersebut berusaha mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari yang berasal dari lingkungan (Weiten & Lloyd: 2006). Teori ini memberitahukan kepada kita bahwa ternyata manusia punya kekuatan loh yang bisa mengatasi tantangan dalam hidupnya, tapi hanya beberapa yang menyadari hal tersebut. Mungkin saja semua sibuk dengan persoalan cinta, karir dan jabatan.
Pada tahun 2014 Adisty Wismani Putri, Budhi Wibhawa, dan Arie Surya Gutama dalam papernya tentang kesehatan mental masyarakat indonesia (pengetahuan, dan keterbukaan masyarakat terhadap gangguan kesehatan mental) menjelaskan bahwa Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan dan merupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosial individu secara optimal, dan yang selaras dengan perkembangan orang lain. Seseorang yang “sehat jiwa atau mental” mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Merasa senang terhadap dirinya serta
   a. Mampu menghadapi situasi
   b. Mampu mengatasi kekecewaan dalam hidup
   c. Puas dengan kehidupannya sehari-hari
   d. Mempunyai harga diri yang wajar
   e. Menilai dirinya secara realistis, tidak berlebihan dan tidak pula merendahkan
2. Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain serta
   a. Mampu mencintai orang lain
   b. Mempunyai hubungan pribadi yang tetap
   c. Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda
   d. Merasa bagian dari suatu kelompok
   e. Tidak "mengakali" orang lain dan juga tidak membiarkan orang lain "mengakali" dirinya
3. Mampu memenuhi tuntutan hidup serta
   a. Menetapkan tujuan hidup yang realistis
   b. Mampu mengambil keputusan
   c. Mampu menerima tanggungjawab
   d. Mampu merancang masa depan
   e. Dapat menerima ide dan pengalaman baru
   f. Puas dengan pekerjaannya

Apakah anda termasuk sehat mental menurut teori di atas? Apakah anda sudah mampu menyesuaikan diri dengan segala masalah-masalah yang kalian temukan? Sekarang coba pikirkan berapa banyak masalah yang kalian temui dan coba pikirkan berapa banyak kemampuan yang kalian miliki, kemudian dari masalah tersebut cobalah kalian selesaikan dengan kemampuan yang kalian miliki, selamat mencoba.


Azmul Fuady Idham,
Mahasiswa Psikologi Magister Universitas Airlangga.

Senin, 05 Desember 2016

Indonesia Bebas Pasung


Pasal 86 UU RI No 18. Tahun 2014
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan pemasungan, penelantaran, kekerasan dan/atau menyuruh orang lain untuk melakukan pemasungan, penelantaran, dan/atau kekerasan terhadap ODMK dan ODGJ atau tindakan lainnya yang melanggar hak asasi ODMK dan ODGJ, dipidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

#SehatMental #Indonesia


Poster by Azmul Fuady Idham
Azmulpsy@gmail.com
Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

sumber foto
sumber berita
www.bbc.com

Jumat, 02 Desember 2016

We are Young we are Humanity Movement



Yeyen Sagita
Ye2nsagita@gmail.com
Banten

Humanity movement adalah gerakan kemanusiaan yg terbentuk untuk menumbuhkan jiwa sosial terhadap kaum muda dan peduli terhadap lingkungan sekitar Dalam gerakan ini kami membantu para lansia lansia yang masih giat berkerja, penyandang cacat yg msh semangat berkerja dsb.saya Yeyen Sagita asal kragilan kec. Kragilan kab. serang banten akan sdkt bercerita tentangPengalaman pribadi saya, saya mengikuti kegiatan sosial ini begitu banyak manfaatnya bagi saya sendiri, sy tergabung sudah hampir 4-5 bulan lamanya . Saya di ajarkan bagaimana harus benar benar bersyukur, berbagi, berkerja keras untuk sesuatu apa yg kita butuhkan


Dalam kegiatan ini kita juga mengadakan baksos seperti naskot night run atau bisa di bilang bagi bagi nasi kotak pada sore hingga malam hari
Kita turun langsung di jalan untuk melakukan kegiatan itu
Kita memberikan nya trhdp pedagang asongan, tukang becak, pemulung kecuali pengemis.
Respon trhdp masyarakat sangat baik, apa lagi bagi anak remaja . jangan kan anak remaja , yg sudah berrumah tanggapun ikut menjadi relawan loh .
Dalam kegitan ini kita bisa mendapatkan teman baru teman yg baik dan senang berbagi.
Pribadi, saya senang bisa bergabung dlm komunitas HUMANITY MOVEMENT ini.

Ini pengalamanku, mana pengalamanmu?

Gallery Foto


















Be Thankful

Ahmad jihan
Achmad.cool98@gmail.com

el_fatih19@yahoo.com
Samarinda


Orang yang bersyukur lebih banyak memiliki emosi positif dan kesejahteraan yang lebih tinggi, selain itu juga memiliki harga diri yang tinggi dan lebih mudah melihat dukungan sosial dari sekitarnya. Setelah memiliki cukup rasa syukur, orang yang sering bersyukur juga cenderung akan mudah dalam membantu orang lain dan tidak memiliki banyak rasa iri. (McCullough, Emmons, dan Tsang (2002).

Perasaan bersyukur memiliki hubungan timbal-balik dengan spiritualitas. Orang yang memiliki spiritualitas tinggi lebih mudah untuk bersyukur. Sebaliknya, orang yang bersyukur juga mudah menjadi lebih relijius. (Sumber: psychoshare.com)

So sob, mari banyak bersyukur atas apa yang telah tuhan karuniakan dalam hidup kita.
banner