Tujuh Bulan yang Lalu


Kisah ini tentang seorang gadis yang merindukan dunianya yang sejak tujuh bulan terakhir tidak lagi menjadi tempat ternyaman baginya. Ruangan berbentuk persegi dengan pintu hitam yang di depannya tertulis hello sebagai kata penyambut, dan dinding berwarna peach dengan beberapa poster artis kesukaannya adalah tempat favoritnya. Di ruangan itulah ia melakukan sebagian aktivitasnya, di ruangan itu idenya mengalir dengan lancar untuk menciptakan suatu karya kreatif, di ruangan itu ia bisa mengekspresikan dirinya yang sesungguhnya tanpa harus memakai topeng penyesuaian lingkungan sosial. Setidaknya tujuh bulan yang lalu ruangan itu masih berfungsi seperti itu. 


Apa yang terjadi selama tujuh bulan ini? Selama tujuh bulan ini, berada di ruangan itu lebih dari enam jam membuatnya kembali gemetar ketakutan. Meski ia telah mencoba menciptakan suasana baru dengan mengubah beberapa isi dalam ruangan itu, atau bahkan mencoba beristirahat di tengah malam, tetap saja ia akan keluar mengendap-endap pindah ke ruangan lain. Selama seminggu di bulan ramadhan ia mencoba menemukan kenyamanannya tertidur di ruangan itu dengan sedikit memaksa matanya tertutup melalui membaca atau menonton, tetap saja ia akan terjaga hingga sahur dan tertidur setelah sholat subuh.

Saat matanya mulai lelah karena membaca di tengah malam, saat ia mulai memasuki sesi *REM dalam tidurnya, saat itulah bunga tidur yang harusnya indah malah kejadian tujuh bulan yang lalu kembali terputar meski dalam versi yang berbeda. Maka saat itulah otak dan jantungnya kembali berfungsi dengan cepat padahal ia sedang tidur. Otaknya memerintakan tubuhnya untuk sadar dan membuka mata, maka setelah kembali terjaga ia akan menemukan bajunya basah karena keringat, nafas yang tersengal seperti habis lari dikejar anjing dan tubuh yang sedikit bergetar. Bunga tidur itu membuatnya kembali menangis ketakutan, seperti tujuh bulan yang lalu.

Tujuh bulan yang lalu

Malam itu penggemar KPOP digemparkan oleh berita mengejutkan atas meninggalnya satu artis besar 
Korea. Meski ia bukan penggemar dari artis itu, tapi ia cukup menikmati musiknya, bahkan ia turut 
bersedih karena dapat merasakan atmosfir kesedihan dalam kelompoknya sebagai penggemar KPOP. 
Namun, di tengah malam kakaknya pulang membawa beberapa makanan sebagai penawar kesedihan. 
Setelah merasa cukup kenyang ia kembali ke kamarnya, mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur 
favoritnya yang membentuk logo boyband kesukaannya. Sembari menunggu mata tertutup, ia 
membuka dan membaca materi ujian terakhirnya besok di semester ini. Karena kekenyangan, belum 
sampai membaca dua baris, ia tertidur.

Di tengah malam, ia terjaga. Ia membuka mata perlahan, tanpa bersuara, dan tanpa menggerakkan
badan sedikitpun. Ia merasa bahwa ada sesuatu di sebelahnya, saat ia menoleh matanya menemukan
mata lain yang menatap lurus ke matanya. Otaknya mulai menanyakan “apa aku melihat hantu?” atau 
apa ini alien?” dan menemukan jawaban saat matanya mulai menelisik bagian lain dari mata yang 
membola karena melihatnya terbangun. Matanya mulai melihat bagian tubuh lain, ya itu manusia. Ia 
melihat manusia lain di sebelahnya bertubuh cukup besar memakai pakaian hitam dan sarung di 
bahunya, wajahnya tertutup masker. Kemudian matanya melihat kearah tangan yang memegang benda 
panjang berwarna merah dengan ujung melengkung tepat di depan wajahnya. Detik demi detik berlalu 
diiringi lampu tidurnya yang kelap kelip, otaknya bekerja cukup keras dan menemukan jawaban bahwa 
manusia itu masuk ke rumahnya, ke kamarnya tanpa izin. Matanya mulai berair karena bingung harus 
melakukan apa. Selama beberapa detik saling menatap dan menemukan bahwa tubuh korbannya tidak 
bergerak, manusia lain itu mulai menggerakkan tangannya yang tidak memegang benda panjang itu ke 
arah bawah laptop yang tersimpan di atas lemari buku di samping tubuh korban. Namun, saat manusia 
itu bergerak mengambil laptop kesayangan gadis itu, karena tubuhnya terasa mati rasa dan tidak bisa 
digerakkan, maka otaknya memerintahkan mulutnya untuk berteriak sangat keras hingga lehernya 
terasa sakit. Mendengar teriakan itu, seluruh anggota keluarga keluar, dan disaat itu pula manusia 
asing itu menghilang. Meninggalkan seorang gadis yang bergetar hebat dan menangis sejadi-jadinya.

Kejadian itu memang telah berlalu lama, mungkin bagi mereka yang membaca kisah ini juga menganggap bahwa itu biasa saja, gadis itu saja yang berlebihan dalam mengingat kejadian itu. Tapi sungguh, kejadian itu mengganggu aktivitas gadis itu selama tujuh bulan terakhir, utamanya saat ingin beristirahat di malam hari. Kejadian itu masih membuat gadis itu bergetar ketika melihat atau mendengar kejadian serupa. Kejadian itu masih membuat dadanya sesak dan membuat nafasnya tersengal saat menonton atau membaca kejadian serupa. Bahkan kejadian itu masih membuat dadanya sesak, nafasnya tersengal, keringatnya bercucuran, dan tubuhnya bergetar, terlebih jari-jari tangannya ketika mengetik kisah ini. 

-the end-

*REM (Rapid Eye Movement) = stage ke empat saat manusia mulai tetidur pulas yang biasa disebut
sebagai mimpi

Oleh: Anoniymous
Editor: Syura
Ilustrasi gambar: Pila
Share on Google Plus

About Halo Jiwa

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.