Rabu, 26 September 2018

Halo Jiwa Buka Perekrutan Anggota dan Relawan

Komunitas Halo Jiwa membuka pendaftaran anggota dan relawan untuk berbagai bentuk promosi kesehatan mental yang akan dilakukan. Pendaftaran dibuka pada Rabu, (19/09) hingga Minggu, (07/10).

Untuk menjadi anggota, peserta harus memenuhi beberapa ketentuan, yaitu merupakan sarjana psikologi atau mahasiswa psikologi minimal semester tiga dan memahami dasar-dasar pertolongan pertama dalam psikologi. Sedangkan relawan sendiri diperuntukkan bagi pelajar SMA/sederajat, mahasiswa, dan masyarakat umum yang bersedia berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan Halo Jiwa.


Syurawasti Muhiddin selaku penanggungjawab proses perekrutan menjelaskan bahwa volunteer akan
terlibat dalam kampanye kesehatan mental melalui media sosial dan event yang dilaksanakan Halo Jiwa. Adapun anggota akan terlibat disetiap divisi dalam struktur Halo Jiwa, yakni Divisi Media dan Informasi, Divisi Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan, Divisi Sumber Daya Anggota, Divisi Dana dan Usaha, Divisi Kerjasama, serta Divisi Sosial dan Masyarakat. "Kalau relawan ya tidak terikat struktur, cuman  bantu kampanye kesehatan mental. Nah, anggota sendiri nanti masuk ke dalam divisi yang ada distruktur" jelas mahasiswi yang akrab disapa Syura ini.

Lebih lanjut terkait perekrutan anggota dan relawan, Syura berharap Halo Jiwa dapat lebih besar lagi
dan turut serta dalam promosi kesehatan mental di Indonesia. "Harapannya dengan adanya anggota dan relawan, Halo Jiwa itu bisa lebih besar dan sesuai visinya dapat mewujudkan Indonesia sehat mental tahun 2020" harap mahasiswi Universitas Hasanuddin ini.

Link Pendaftaran Relawan/Anggota Halo Jiwa di sini: http://bit.ly/formulirpendaftaranhalojiwa

Penulis: Syita
Poster: Pila

Selasa, 18 September 2018

Peduli Kesehatan Mental Melalui Halo Jiwa


Foto: Nadil
Kurangnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan mental mengantarkan terbentuknya komunitas Halo Jiwa yang berfokus pada promosi kesehatan mental kepada masyarakat. Halojiwa sendiri dibentuk pada Jumat, (25/11/16) oleh Azmul Fuady Idham, seorang mahasiswa Magister Psikologi Jurusan Komunitas dan Pembangunan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Atas dasar UU RI Nomor 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Mental, komunitas Halo Jiwakemudian memiliki visi Indonesia Sehat Mental 2020. Visi tersebut diwujudkan dengan promosi kesehatan mental melalui berbagai media dan mengoptimalkan bakat/minat masyarakat Indonesia dalam promosi kesehatan mental.

Azmul Fuady Idham selaku founder komunitas Halo Jiwa menjelaskan target dari promosi kesehatan mental yang dilakukan adalah seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai rentang usia dan berbagai kalangan, namun untuk saat ini difokuskan pada pengembangan di wilayah Indonesia Timur dengan Makassar sebagai sekretariat. “Saya pilih kota Makassar karena merupakan kota besar dan pusat di kawasan Indonesia bagian timur, apa lagi di kota-kota besar di pulau Jawa banyak mi komunitas peduli sehat mental. Jadi untuk diperluas, mungkin lebih kekerjasamanya mi (baca: kerjasama dengan komunitas kesehatan mental di Jawa).” Jelas pria yang merupakan alumnus Fakultas Psikologi (F.Psi) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.


Bentuk promosi kesehatan mental yang dilakukan Halo Jiwa yakni melalui pertemuan langsung  dan berbagai bentuk tulisan yang disebar melalui media sosial. Media sosial Halo Jiwa sendiri telah aktif menyebarkan informasi terkait kesehatan mental berbasis karya seperti artikel, opini, infografis, foto, video, dan poster. Adapun pertemuan langsung berupa diskusi dan talkshow, hingga saat ini masih dalam tahap perencanaan.

Menanggapi terbentuknya komunitas Halo Jiwa, Anshary Arma Arsyad selaku masyarakat mengapresiasi terbentuk komunitas ini dan berharap Halo Jiwa melakukan sosialisai dalam perekrutan anggota. “Sebarkan sosialisasi guna merekrut anggota baru supaya banyak yang lebih peka terhadap kasus seperti ini.” Harap mahasiswa F.Psi UNM yang akrab disapa Anshary ini.

Penulis: Syita Astila
Editor: Azmul
banner