Review Lagu, Nyawa dan Harapan

Artis: Raisa
Album: Handmade
Dirilis: 2016
Genre: Pop
Penulis lagu: Marco Steffiano / Rayendra Sunito / Raisa Andriana / Ade Kurniawan

___
Saat air lebih langka dari air mata
Saat udara harus Kau beli
Saat bunga-bunga tinggal Cerita
Akankah akhirnya kita sadari?

Saat senyuman lebih langka dari amarah
Saat nyawa nyaris tak berharga
Saat dunia merintih pedih
Akankah akhirnya kita sadari?

Akan datang masa di mana kita hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa beri nyawa segala harapan

Saat kejujuran sudah tak bersisa
Saat manusia hidup tanpa hati
Saat membenci terasa nyaman
Saling menyakiti terlihat wajar

Akan datang masa di mana kita hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa beri nyawa segala harapan

Akan datang masa di mana kita hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa beri nyawa segala harapan

Akan datang masa di mana kita hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa beri nyawa segala harapan
Akankah akhirnya kita sadari?

___
Lagu ini diawali dengan ketakutan akan situasi dunia yang semakin jauh dari harapan. Lirik “saat bunga-bunga tinggal cerita” menggambarkan betapa ngerinya kehidupan saat ini. Pada ujung bait pertama ditutup dengan pertanyaan “akankah akhirnya kita sadari?”, hal ini menanyakan sejauh mana manusia sadar akan situasi saat ini yang begitu menakutkan. Kemudian pada bait berikutnya dilanjutkan dengan ketakutan yang sama dan diakhiri dengan pertanyaan yang sama, seakan mempertegas bahwa “saat ini dunia merintih pedih”.

Lanjut pada reff yang diawali dengan keputusasaan pada manusia yang “hanya mampu berkeluh dan menyesal”. Kemudian dilanjutkan dengan sebuah pengharapan pada doa, waktu dan percaya bahwa “hanya kita yang bisa beri nyawa segala harapan”.
Doa, waktu dan nyawa merupakan rahasia bagi manusia. Menurut Snyder (1994) manusia berorientasi pada kemampuan atas kehendak dan strategi untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini doa, waktu dan nyawa merupakan kemampuan dan strategi manusia dalam menghadapi segala tantangan kehidupan demi meraih hidup yang bahagia (tujuan).

Pada bait berikutnya situasi ketakutan kembali dimunculkan dengan mengangkat tentang krisis kejujuran, situasi kehidupan tanpa rasa kasih sayang, tentang kebencian dan saling menyakiti. Semua ketakutan dimunculkan kembali dalam bait ini untuk memberikan gambaran atas tantangan manusia dalam meraih tujuan hidup. Sehingga memunculkan kembali harapan umat manusia melalui doa, waktu dan nyawa sebagai penawar atas ketakutan umat manusia.

Setelah berbagai situasi ketakutan yang dimunculkan pada awal dan pertengahan lagu, akhirnya pada ujung lagu diberikan pengulangan terhadap harapan, seakan memberi tahu pada manusia bahwa harapan itu tak sekedar kata, harapan selalu ada di setiap helaan nafas dan terus menemani hingga manusia bertemu dengan Sang pemberi harapan ----


Oleh: Azmul
___
Snyder, C. R. (1994). The psychology of hope you can get there from here. New York, NY Free Press.



Share on Google Plus

About Halo Jiwa

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.