Selasa, 21 April 2020

Night Talk Halo Jiwa Indonesia - Menyikapi Covid 19 dari Sudut Pandang Psikologi



 Rilis Night Talk Halo Jiwa Indonesia
Menyikapi Covid 19 dari Sudut Pandang Psikologi




Halo Jiwa Indonesia – (31 Maret 2020) Menanggapi pandemi Covid-19 yang terjadi di hampir seluruh dunia, Halo Jiwa Indonesia melaksanakan night talk yang merupakan diskusi online via whatsapp dengan tema Menyikapi Covid-19 dari sudut pandang psikologi pada rabu (25/03) yang dibawakan oleh seorang psikolog klinis bernama Zahrani. 

Berdasarkan diskusi tersebut, didapatkan kesimpulan bahwa pandemi Covid-19 dapat sangat memberi dampak terhadap kesehatan mental masyarakat. Perasaan cemas, tertekan, stress, takut, panik, khawatir berlebihan, dan perasaan tidak berdaya merupakan respon alami tubuh ketika dalam kondisi tertekan dan tidak menentu.

Berbagai respon tadi dapat dinilai normal maupun tidak normal. Respon tersebut normal ketika dalam tingkatan wajar yang kemudian mengarahkan diri pada kesiap-siagaan terhadap dampak pandemi Covid-19. Dilain sisi, respon-respon tersebut dinilai tidak normal apabila sudah mencapai taraf berlebih dan tidak dapat dikelola, sehingga menggangu fungsi tubuh dan keberfungsian individu dalam kegiatan sehari-hari.

Menyikapi respon di tengah pandemi Covid-19 agar tidak menimbulkan gangguan psikologis dalam diri, kita perlu melakukan beberapa tindakan yang esensial untuk menjaga kesehatan mental. Beberapa tindakan tersebut diantaranya mengelola informasi dengan baik, berfokus pada informasi positif, tetap produktif, menjalin komunikasi yang baik dengan kerabat, beristirahat, melakukan olahraga, berdoa, dan tentunya saling memberi dukungan sosial. 

Selain itu, penting untuk tetap memberikan edukasi kepada lingkungan sekitar mengenai Covid-19 agar tidak muncul stigma-stigma negatif seperti memberikan label “positif corona” kepada orang lain yang bersin atau batuk. Hal ini tentunya dapat kembali mengganggu kesehatan mental diri kita.

Fokus pada hal yang dapat dikontrol juga merupakan salah satu cara menyikapi pandemi Covid-19. Penyebaran virus ini mungkin bukanlah hal yang dapat kita kontrol saat ini. Oleh karena itu, sebaiknya kita lebih fokus untuk mengontrol diri sendiri seperti mengontrol perasaan dan perilaku. Maka dari itu, dianjurkan agar sebaiknya diri tidak overthinking dalam kondisi pandemi. Hal ini berguna untuk meminimalisir perasaan cemas dan emosi negatif yang muncul akibat kekhawatiran akan pandemi Covid-19.



Editor: Retno Pratiwi (Tim Editor Halo Jiwa)

Cinta Pertama - Dari diri dan untuk diri by Elyfiah Wandany






Sudah cukup lama dia duduk..
Terdiam dalam lamunan..
Pikirannya sedang kacau..  
Bahkan sapaan pun, masih tak membuatnya bergeming..

Berbeda.. 
Hari ini, ia tampak berbeda..
Begitu bahagia, tak seperti biasanya..
Layaknya telah berjumpa dengan kekasihnya..


“Ada apa? Apa yang sedang terjadi?” tanyaku.

“Apakah dia sudah selesai dengan kecewanya?”

“Apakah dia sudah selesai dengan gemuruh yang ada di hatinya? Ataukah dia sudah memaafkan dirinya?”
“Atau mungkin dia sedang jatuh cinta? Tapi pada siapa?” Pikirku tidak karuan.


“Iya, aku telah jatuh cinta dan begitu mencintainya,” jawabnya tiba-tiba.
“Aku jatuh cinta pada diriku dan yang menciptakan diriku,” lanjutnya.
Senyumku merekah mendengarnya..
“Aku juga mencintaimu dan sungguh, Dia telah mencintaimu lebih dulu,” ungkapku..
Elyfiahw, Feb 2020


Editor: Retno Pratiwi (Tim Editor Halo Jiwa)
banner