#ShareWithUs-Batch 3 "Insecure Pada Usia Remaja dan Dewasa Awal"




Oleh: Amanda Marchelyana Senis

          Acara Share With Us Batch 3 bersama Imbang Diri telah dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Juni 2020 lalu. Acara tersebut diisi oleh Bu Anastasia Satriyo, M.Psi dan dilakukan melalui perangkat lunak Telegram. Pada Share With Us kali ini, Imbang Diri mengangkat Tema “Insecure Pada Usia Remaja dan Dewasa Awal”.
Insecure pada remaja itu merupakan hal yang wajar. Di masa remaja dan dewasa awal, meragukan diri merupakan bagian dari bertumbuh menjadi dewasa. Ya namanya juga bertumbuh, ada nggak enaknya. Pada masa-masa ini, setiap emosi yang kita rasakan itu makin intens. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada di luar dan di dalam diri kita, seperti tekanan orang tua, situasi sosial pertemanan, ekspektasi media sosial, dan juga ekspektasi dari diri kita sendiri.
Perasaan insecure itu datang karena kita merasa “not good enough”, sehingga pada akhirnya kita melakukan self critic dan berujung pada menyakiti perasaan dan diri kita sendiri. Insecure itu merupakan emosi, tidak apa-apa jika kamu merasa tidak baik-baik saja. Cukup beri ruang bagi diri sendiri untuk menerima. Latih otak kita untuk bisa berpikir dan merasa bahagia, bahagia yang secukupnya, agar diri lebih merasa cukup dengan hidup dan “feeling goog enough”. Hal tersebut dapat membantu untuk mengatasi rasa insecure yang tiba-tiba menyelimuti diri.
Terus-menerus merasa insecure itu tidak baik. Kita harus berlatih untuk mengendalikan perasaan tersebut. Pada sesi kali ini, Bu Anastasia memberi beberapa tips untuk bisa mengenali rasa insecure dengan cara mengenali diri agar nantinya kita merasa nyaman.         
  •  Cek intensitas insecure dengan skala.
  • Sadari, terima, dan akui setiap emosi yang hadir
  • Latihan tahan napas sadar dengan teknik 4-7-8.
  • Ubah mindset dengan merasa hidup dalam kecukupan dan kelimpahan.
  • Jika kamu masih merasa sulit bangkit dari insecure, kamu bisa mengikuti konseling one on one dengan psikolog.





Share on Google Plus

About Halo Jiwa

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.