Sejarah Halo Jiwa


Berangkat dari keresahan terhadap maraknya kasus pasung yang merupakan ujung dari stigma negatif masyarakat terhadap gangguan mental. Sehingga memunculkan sebuah ide untuk melakukan sebuah gerakan promosi kesehatan mental. Karena munculnya stigma negatif pada masyarakat berawal dari ketidaktahuan tentang bagaimana menghadapi gangguan mental. Pada tanggal 25 november 2016 dibuatlah logo dan nama halo jiwa di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga tepatnya di 205 yang menjadi tanda munculnya komunitas halo jiwa yang fokus pada promosi sehat mental di Indonesia. 

Adapun makna logo dan nama halo jiwa adalah: Halo jiwa berasal dari kata halo dan jiwa. Halo merupakan sebuah ungkapan pertama yang diucapkan oleh manusia ketika menyapa dengan orang lain sedangkan jiwa merupakan proses mental yang terjadi dalam diri manusia. Kami berharap semua orang di Indonesia bisa mengenal dan peka terhadap masalah kejiwaan yang ada disekitarnya. 

Sedangkan logo berbentuk otak dan bentuk balon obrolan yang bertujuan agar kesehatan jiwa menjadi sebuah pembicaraan yang serius bagi orang Indonesia. Sedangkan warna ungu pada logo melambangkan sifat kreatif, imajinatif dan intuisi juga merupakan warna dasar HIMPSI yang merupakan lembaga psikologi tertinggi di Indonesia dan warna kuning melambangkan sifat optimis, semangat dan ceria. Sehingga kami menginginkan halo jiwa mampu membawa masyarakat Indonesia menuju masyarakat keceriaan dalam kreasi kami yang kreatif. Salam Jiwa Sehat.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.